Inilah Penyebab Umum Perikarditis

Perikarditis

Pexels.com

Perikarditis merupakan penyakit yang terjadi di lapisan jantung atau perikardium. Perikaridum adalah lapisan dinding tipis di jantung. Perikarditis terjadi karena infeksi dari virus atau bakteri yang menyerang perikardium dan menimbulkan gejala. 

Penyebab Umum Perikarditis

Penyakit  perikardium juga sangat rentan pada infeksi yang bisa menimbulkan perkembangan dan gejala yang cukup lama. Selain itu, penyakit ini juga bisa beresiko menyebabkan komplikasi ke organ lainnya seperti saluran pencernaan. Penyakit ini lebih banyak dialami oleh laki – laki daripada perempuan dengan rentang usia 20-60 tahun. Beberapa infeksi yang bisa menimbulkan perikarditi yaitu :

  • Coxsackie virus grup B
  • Adenovirus
  • Echovirus
  • Enterovirus
  • Herpes simpleks
  • Virus influenza
  • Virus varicella
  • Virus hepatitis B
  • Tuberkulosis

Perikarditis juga bisa terjadi karena beberapa kondisi lain seperti :

  • Pasca penyakit tuberkulosis
  • Mengidap penyakit jantung
  • Pernah mengidap penyakit otot jantung (miokarditis)
  • Adanya pertumbuhan sel kanker
  • Akibat radiasi
  • Adanya trauma dada yang melukai lapisan jantung dan organ jantung

Penyebab umum perikarditis lain tetapi jarang terjadi adalah akibat gangguan autoimun di mana kekebalan tubuh merusak sel dan jaringan dinding jantung. Kondisi ini menimbulkan gejala yang sama seperti perikarditis.

Gejala

Gejala dan tanda yang muncul karena penyakit ini adalah :

  • Sulit bernapas
  • Mudah merasa lelah
  • Perut membengkak
  • Demam tidak tinggi
  • Terjadi pembengkakan di kaki dan pergelangan kaki
  • Terasa sakit di dada
  • Batuk

Penyebab

Ada beberapa penyebab yang dapat memicu penyakit ini, yaitu:

  • Infeksi
  • Riwayat operasi jantung
  • Serangan jantung
  • Trauma
  • Menderita tumor
  • Menderita kanker
  • Terpapar radiasi
  • Penyakit autoimun seperti lupus

Pada beberapa kasus, penyebab penyakit ini tidak bisa diketahui. Perikarditis dapat terjadi secara mendadak dan berlangsung tidak lebih dari 3 minggu (akut) atau dapat berlangsung lama atau lebih dari 3 minggu (kronis).

Diagnosis

Pemeriksaan fisik dengan bantuan stetoskop untuk mendengarkan bunyi jantung, maka suara gesekan perikardikal bisa mendeteksi adanya penyakit perikarditis. Gejala lain yang terjadi jika penyakit perikarditis dalam kondisi berat adalah :

  • Adanya cairan di paru – paru
  • Suara dari nafas terdengar lebih pelan 
  • Suara seperti gesekan kerikil ketika bernafas

Untuk mendiagnosis kondisi jantung dan jaringan di sekitar perikardium, beberapa tes atau pemeriksaan yang bisa dilakukan yaitu :

  • Ekokardiogram
  • Elektrokardiogram
  • Rontgen dada
  • Tes MRI atau CT scan pada jantung
  • Pemindaian radionuklida

Selain tes di atas, untuk melihat dan mendeteksi kerusakan di otot jantung dengan menggunakan tes troponin I juga bisa dilakukan. Pemeriksaan berikut juga bisa dilakukan seperti :

  • Tes HIV
  • Tes darah
  • Tes kulit Tuberkulin
  • Protein C-reaktif
  • Antinuclear antibody (ANA)
  • Pemeriksaan darah lengkap
  • Tingkat sedimentasi eritrosit
  • Faktor reumatoid

Pengobatan

  Fungsi jantung bisa diperbaiki dengan pengobatan. Tahap awal pengobatan bisa dilakukan dengan :

  • Terapi dengan diuretik untuk mengurangi penumpukan cairan pada rongga perikardium
  • Tidak melakukan aktivitas berat
  • Konsumsi obat anti-nyeri dan antiradang
  • Mengurangi konsumsi garam

Jika penyakit perikarditis yang dialami berada pada kondisi berat, dokter mungkin menyarankan untuk melakukan prosedur pembedahan (perikardiektomi). Pembedahan ini bertujuan untuk mengangkat beberapa bagan yang rusak di sekitar jantung.

Pencegahan

 Penyakit perikarditis merupakan penyakit yang tidak bisa dicegah. Sebaiknya Anda segera melakukan pemeriksaan apabila mengalami beberapa gejala yang mengacu pada penyakt ini. Konsultasi lebih lanjut dengan dokter tentu diperlukan. 

Sumber :

www.honestdocs.id

www.sehatq.com 

Read More